Manfaat Mengingat Kematian

 

Betapa sering kita mendengar berita kematian dan duka, yang mengabarkan kepada kita bahwa seorang dari teman, tetangga,saudara atau kerabat kita meninggal dunia. Namun, betapa sedikit dari kita yang mau mengambil pelajaran dari kenyataan tersebut. Padahal jika kita perhatikan, didalamnya ada sebuah pelajaran berharga yang dapat kita petik, yaitu bahwasanya setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian dan kematian itu merupakan sebuah kepastian.

Kematian merupakan suatu perkara yang tidak mungkin bisa dipungkiri oleh manusia, karena Allah subhanahu wa ta’ala sebagai Sang Pencipta seluruh makhluk telah mengabarkan kepada kita dalam firmannya:

‘@ä. <§øÿtR èps)ͬ!#sŒ ÏNöqpRùQ$# 3 $yJ¯RÎ)ur šcöq©ùuqè? öNà2u‘qã_é& tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ( `yJsù yy̓ôm㗠Ç`tã ͑$¨Y9$# Ÿ@Åz÷Šé&ur sp¨Yyfø9$# ô‰s)sù y—$sù 3 $tBur äo4quŠyÛø9$# !$u‹÷R‘$!$# žwÎ) ßì»tFtB ͑rãäóø9$# ÇÊÑÎÈ

“Setiap jiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”(QS. Ali Imran: 185)

Merupakan fenomena yang menyedihkan ketika didapati banyak dari kaum muslimin lalai dari mengingat kematian. Mereka terlalu terbuai dengan kenikmatan-kenikmatan dunia yang semu, lupa dengan kenikmatan-kenikmatan akhirat yang kekal abadi. Padahal jika seorang telah menyakini bahwa suatu saat ia akan mati, maka sudah selayaknya ia mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kematian, yaitu dengan memperbaiki dan memperbanyak amalan-amalan shalih yang nantinya bisa ia gunakan sebagai bekal di akhirat. Adapun diantara faidah dari mengingat kamatian adalah:

1. Bersegera dalam bertaubat

Semua orang tentunya sepakat bahwasanya manusia adalah makhluk yang sering melakukan dosa dan kesalahan. Tidak ada manusia yang terlepas dari dosa dan kesalahan kecuali para nabi dan rosul. Namun, seorang manusia yang banyak mengingat kematian, dirinya akan selalu sadar bahwa kematian senantiasa mengintainnya. Jika suatu saat ia terjatuh dalam kesalahan dan kemaksiatan kepada Allah, maka dia akan segera kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan minta ampunan dariNya. Allah subhanahu wa ta’ala telah memperintahkan kepada orang-orang bertakwa agar mereka senantia bertaubat kepada Allah dari kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Allah ta’ala berfirman:

* (#þqãã͑$y™ur 4’n<Î) ;otÏÿøótB `ÏiB öNà6În/§‘ >p¨Yy_ur $ygàÊótã ßNºuq»yJ¡¡9$# ÞÚö‘F{$#ur ôN£‰Ïãé& tûüÉ)­GßJù=Ï9 ÇÊÌÌÈ

 “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

2. Rasa qana’ah di dalam hati

Allah akan menanamkan rasa qana’ah didalam hati hambaNya yang banyak mengingat kematian. Rasa qana’ah yang menjadikan seorang hamba merasa cukup terhadap setiap apa yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya, hal ini karena dia menyakini bahwa segala pemberian Allah subhanahu wa ta’ala  yang berupa pembendaharaan dunia hanyalah titipan yang suatu saat akan  diambilkembali olehNya. Tidak hanya itu saja, bahkan nanti pada hari kiamat setiap hamba akan dimita pertanggung jawaban oleh Allah subhanahu wa ta’ala atas segala pemberian tersebut.

Tidak lupa penulis berpesan kepada diri penulis pribadi dan para pembaca sekalian, jadilah sebagai seorang yang cerdas. Yaitu orang yang cerdas dalam memandang hakekat kehidupan di dunia ini.

3. Giat dan semangat dalam beribadah

Seorang yang banyak mengingat kematian, akan senantiasa memanfaatkan waktu yang tersisa dari hidupnya untuk beribadah kepada Allah ta’ala. Dia tidak akan menyia-nyiakan umur yang Allah ta’ala berikan kepadanya dengan bersenang –senang menikmati kehidupan dunia yang menipu. Karena dia tahu bahwa kehidupannya di dunia ini akan berakhir pada kematian. Maka dari itu dia akan senantiasa giat dan semangat dalam melaksanakan ibadah kepada Allah ta’ala sebagai bekal menuju akhirat.

Tidak sepantasnya seorang muslim memiliki sifat suka menunda-nunda dalam melakukan amal sholih karena kesibukan dunia. Memang selama hidup di dunia manusia tidak mungkin lepas dari kesibukanan. Tapi seorang yang berakal tentunya akan mengutamakan untuk meyibukkan diri dengan urusan akhirat yang pasti datang dan ia akan kekal didalamnya.       Semoga kita dijadikan oleh Allah ta’ala sebagai hamba yang senantiasa banyak mengingat kematian dan banyak melakukan amal sholih sebagai bekal menuju akhirat, dan semoga kita wafat dalam keadaan husnul khotimah.amien

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s